April 13, 2021

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

HUT Kota Yogyakarta ke-264: Tumapak Ing Jaman Anyar

Tema kali ini HUT Kota Yogyakarta tahun ini adalah Tumapak Ing Jaman Anyar yang artinya melangkah di jalan baru.  Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan wisatawan yang menanti keseruan perayaan HUT Kota Yogyakarta tahun ini tetap akan dihibur dengan suguhan berbagai agenda lewat daring. Acara perayaan ulang tahun Kota Yogyakarta berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, 7 – 8 Oktober 2020.

Yetti menjelaskan tema Tumapak Ing Jaman Anyar yang diangkat sebagai narasi besar HUT Kota Yogyakarta ke-264 ini mengandung makna bahwa Yogyakarta akan siap untuk memasuki era jaman baru yang penuh dengan hal baru, kebiasaan baru, dan cara hidup baru. “Hal baru tersebut tidak membuat Kota Yogyakarta berhenti dinamis. Justru menjadi semangat baru dalam melangkah,” kata Yetti.

“Berbagai pertunjukan yang biasanya digelar secara langsung, penuh sesak dan mengundang banyak penonton kali ini akan disajikan dengan konsep daring melalui kanal Youtube Pemerintah Kota Yogyakarta dan Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta,” ujar Yetti, Selasa 6 Oktober 2020. Di sana akan tayang pertunjukan musik, tarian, flow art, fashion show, acrobatic, dan animasi yang dapat dinikmati secara virtual melalui saluran yang ditunjuk selama dua hari berturut-turut mulai pukul 19.30 sampai 20.30 WIB.

Berbagai artis seperti Didik Nini Thowok, Elisha Orcarus Allasso, Anter Asmorotedjo, Lemari Lila, Pulung Jati Rangga, Gatot Danar akan mengisi pertunjukan daring kali itu. Masyarakat juga akan diajak mengikuti talkshow interaktif dengan tema Tumapaking Jaman Anyar pada program Gandhes Luwes yang menghadirkan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyudi, serta Wakil Wali Kota Heroe Poerwadi, perwakilan pihak Keraton Yogyakarta Kanjeng Pangeran Hario (KPH) Notonegoro serta aktris Sekar Sari.

Acara bincang-bincang itu menghadirkan sosok aktivis penggerak seni budaya Heri Pemad, serta pegiat seni Jill Morgan dari Australia dan Thierry Timan dari Kaledonia Baru. Mereka membahas gerakan bersama mewujudkan Kota Yogyakarta yang nyaman sekaligus menguatkan karakter seni, budaya, sosial, dan tata desain serta arsitektural.

Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Yogyakarta yang juga Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Hari Ini HUT Kota Yogyakarta ke-264: Tumapak Ing Jaman AnyarPoerwadi mengatakan dua sisi penting kehidupan masyarakat tetap berjalan, yakni pariwista dan kesehatan. Saat ini petugas terus menjalankan operasi yustisi dengan petugas gabungan di 14 kecamatan Kota Yogyakarta demi menegakkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.