April 13, 2021

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

Institut Sains & Teknologi AKPRIND Yogyakarta

PELATIHAN KONTEN PEMBELAJARAN ON-LINE

Adanya pandemi Covid-19 atau yang lebih dikenal dengan corona di Indonesia mengguncangkan semua sendi kehidupan yang ada. Semua lini kehidupan sosial terdampak, termasuk pendidikan. Virus ini pun memaksa kehidupan sosial harus berubah, termasuk metode pembelajaran. Selama ini, tenaga pengajar berkutat pada metode pembelajaran konvensional, yaitu tatap muka di kelas antara dosen dengan mahasiswa. Proses pembelajaran, diskusi, tanya-jawab, dan bimbingan semua berlangsung tatap muka, sehingga saat sekarang harus menggali diri kepada metode belajar dalam jaringan atau disingkat daring (online) dengan meningkatkan kualitas pembelajaran, terus berinovasi dan berubah ke arah yang lebih baik. , demikian dikatakan oleh Kepala BP2AI Ir. Saiful Huda, MT saat membuka pelatihan Konten Pembelajaran On-Line.

Sementara itu Rektor Institut Sains & Teknologi AKPRIND dalam kesempatan pelatihan menambahkan “Perubahan pembelajaran dari konvensional ke arah digital itu bukanlah berarti apa-apa untuk dunia perguruan tinggi, terutama bagi tenaga pengajar yang masih muda-muda, karena mereka memang generasi yang tumbuh pada era digital atau jaringan. Sementara tenaga pengajar yang sudah lanjut usia dipaksa harus berlari menyesuaikan diri dengan cara baru itu. Walaupun tampak kedodoran, mereka harus sigap untuk ikut perubahan”.

Pelatihan ini bersifat wajib diikuti oleh seluruh dosen di Lingkungan IST AKPRIND, dan agar pelatihan lebih efektif maka dibuat 2 (dua) grup, yaitu grub I Selasa-Rabu tanggal 16-17 Juni 2020, sedangkan grup II hari Kamis-Jumat 18-19 Juni 2020. Narasumber kali ini diisi oleh Dr. Emy Setyaningsih, SSi, MKom.

Disampaikan dalam pelatihan ini mulai dari perlunya pembelajaran secara daring atau online learning merupakan pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan perangkat computer atau gadget yang saling berhubungan antara dosen dengan mahasiswa berkomunikasi secara interaktif dengan memanfaatkan media komunikasi dan informasi.

Disisi lain pembelajaran ini sangat bergantung dengan koneksi jaringan internet yang menghubungkan, serta manfaat pembelajaran daring ini sangat membantu dunia pendidikan kita di saat pandemi ini. Banyak aplikasi yang bias dimanfaatkan dalam pembelajaran daring seperti Whatsapp Group, Google Classroom, Edmodo, Quizzi, Zoom Cloud, Jitsi, Zoom dll.

Materi pelatihan juga menyampaikan kebijakan Kemenristekdikti, yang  mengatur tata tertib perkuliahan berbasis daring melalui cyber university. Saat ini ada sekitar 251 (spada.kemendikbud.go.id) perguruan tinggi yang menerapkan perkuliahan semacam ini, seperti halnya dengan yang dilakukan IST AKPRIND, kuliah daring dapat dimulai dengan metode blended learning yang menggabungkan antara kuliah tatap muka dengan kuliah daring.