Secara etimologi kata syawal berarti peningkatan. Sebab hal tersebut merupakan target umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa untuk meningkat menjadi orang yang bertakwa, sehingga setelah Ramadhan orang-orang yang beriman mengejar target untuk meraih derajat ketakwaan. Sehingga setelah Ramadhan, kualitas dan kuantitas ibadah serta pribadinya mengalami peningkatan seiring dengan meningkatnya keimanan. Demikian disampaikan oleh mantan Rektor UMY, Ustadz Dr. H. Khoiruddin Bashori M.Si, saat memberikan tausyahnya dalam Syawalan dan Halal Bi Halal keluarga besar IST AKPRIND, di Auditorium kampus I, Senin (11/6)

Dr. H. Khoiruddin Bashori M.Si menambahkan, setelah dilatih secara lahir batin selama satu bulan penuh pada bulan Ramadhan, semestinya kualitas ibadah manusia bertambah, namun yang terjadi pada sebagian masyarakat justru sebaliknya. Umat merasa terlepas dari batasan-batasan serta larangan yang ada selama di bulan Ramadhan. Sehingga bukan peningkatan keimanan pada bulan syawal namun yang terjadi justru peningkatan berat badan, candanya. Juga disampaikan ada beberapa tingkatan manusia yaitu, Level 1, orang bodoh, cirinya terlalu banyak mengeluh jika menghadapi masalah, terlalu banyak komentar, suka marah; Level 2: Al muta’alim, mau belajar, bersabar, bisa menahan diri; Level 3: Assyabiq, ingin selalu menjadi juara dlm kebaikan. Cirinya, orang sudah menikmati kesulitan akan bisa mengubah kesulitan menjadi tantangan, apapun kesulitan yang dijumpai dinikmati dengan gembira. Kunci utama selepas bulan Ramadhan, adalah mampu mengendalikan nafsu syahwat, ujarnya.

Sementara pada kesempatan tersebut Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T., mewakili Keluarga Besar IST AKPRIND baik pegawai, dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa, menyampaikan permohonaan maaf kepada Yayasan Pembina Potensi Pembangunan selaku Badan Penyelenggara IST AKPRIND serta masyarakat apabila dalam menjalankan amanah-amanah yang dibebankan kepada IST AKPRIND masih banyak terdapat kekurangan serta kesalahan. Rektor juga menyampaikan bahwa puasa ramadhan yang telah dilalui merupakan latihan rohani, latihan kesabaran dan keikhlasan. Yang seharusnya mampumenjadikan  pribadi yang  meningkat taqwanya, yang bermakna pula meningkat kesabarannya, meningkat etos kerjanya dan terlebih adalah meningkat semangat hidupnya. Rektor berharap dengan syawalan ini, ikatan-ikatan persaudaraan yang merenggang karena kekhilafan dan kesalahan dapat dijalin kembali,  dapat lebih direkatkan lagi, sehingga IST AKPRIND menjadi suatu tim yang kompak untuk bekerja memajukan lembaga yang kita cintai ini. Kita sadar bahwa tantangan-tantangan lembaga kita ke depan akan semakin berat menghadapai persaingan lembaga pendidikan tinggi  yang semakin bersaing bebas. Syawalan dan halal bi halal keluarga besar IST AKPRIND di akhiri dengan bersalam-salaman  dan ramah tamah bersama.

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here